Allah-lah yang memegang keselamatan seluru
alam, dan hanya dialah yang Maha Selamat d
segala cacat dan kekurangan. Segenap makhl
Allah swt. Akan pernah menghadapi
kekurangan, justru setelah ia sebelumnya
mengalami kesempurnaan. Dan memang,
kesempurnaan manusia tentu saja masih aka
ada kekurangannya. Seluruh manusia itu
senantiasa dalam keadaan yang berubah; dari
muda ia kemudian menjadi tua, tua bangka d
tanpa dapat menolaknya, ia pun melemah
dalam segala aspeknya. Sesudah hidup,
kematian pasti mengunjunginya.
Tetapi Allah Maha Suci bebas dari segala
macam gangguan dan perubahan yang setiap
saat dialami oleh seluruh makhluk yang telah
diciptakan-Nya itu. Allah swt. Bebas dari
kepunahan.
Manusia, siapapun yang mengharapkan
keselamatan, betapapun kukuh-kekarnya ia s
ini kelihatan, tetapi ia tetap harus bergantung
kepada-Nya. Allah swt. Adalah “As-salam”; d
Allah swt. Jugalah datangnya “As-Salam” da
kepada “As-Salam” pulalah seluruhnya kelak
akan kembali.
Apabila kita menghadapi sesuatu bahaya yan
mengancam diri kita, kita tentulah akan
berdoa ;”Ya Allah, selamatkanlah diri hamba
ini”. [1]
Dalam contoh nyata, sebagaimana yang telah
dipesankan oleh Nabi agar manusia menyebar
salam, maka manusia segera dituntut untuk
menjadikan salam sebagai prinsip dalam hidu
kita. Kita bisa berperilaku menjaga keselamata
orang lain dengan berbagai cara, seperti
melindungi dari gangguan orang lain,
menasehati akan kekurangan-kekurangan ora
di sekitar kita, maupun menuntun manusia lai
menuju keselamatan, tentu saja dengan niata
semua karena Allah swt.
Dalil Naqli : Q.S. Yasin 58
http://3.bp.blogspot.com/-2sO2ln7NcMg
58. “(Kepada mereka dikatakan), “Salam,”
sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Ma
Penyayang.”
2. Al-Aziz : Yang Maha Perkasa
Dialah yang Maha Perkasa, yang dapat
mengalahkan siapapun termasuk memusnahk
alam semesta ini.[2] Keperkasaaan Allah tidak
terbatas dan terus menerus. Adapun
keperkasaan makhluk sangat terbatas. Segag
apa pun manusia dalam waktunya ia akan ma
[3]
Dalil Naqli : Q.S. Al-Ankabut: 42
http://2.bp.blogspot.com/-fMhDm3Jo3n4/
42. “Sungguh, Allah mengetahui apa saja yan
mereka sembah selain Dia. Dan Dia
Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Orang-orang mukmin tidak akan pernah mer
lemah, sehingga memerlukan perlindungan
orang lain, sebaliknya mereka senantiasa aka
merasa tangguh oleh karena keyakinan merek
selalu memperoleh kekuatan dan perlindunga
dari Allah swt, yang memang menjadi pemilik
semua.
Kekuatan itu hanyalah milik Allah swt, bagi
Rasul-Nya serta bagi orang-orang mukmin.
Allah swt merupakan sumber daripada segala
kekuatan yang ada. Oleh karena itu,
barangsiapa mencari sumber kekuatan di luar
Allah swt, maka bagaimanapun juga akan
datang saatnya ia akan binasa. Hanya yang
kuat dan perkasa itulah yang mampu
mendapatkan kemenangan dan Allah swt-lah
yang menjadi pemilik-Nya. Dan tidak
seorangpun tentunya yang dapat menyangga
bahwa Allah swt-lah yang akan menang.
Semua makhluk, diakuinya ataupun tidak,
membutuhkan Allah swt, tetapi sebaliknya All
swt sama sekali tidak membutuhkan makhluk
yang diciptakan-Nya itu. [4]
3. Al-Khaliq : Yang Maha Menciptakan
Kata Al-Khaliq, terambil dari akar kata “khalq”
yang berart mengukur atau memperhalus.
Maknanya kemudian meluas menjadi, antara
lain, menciptakan dari tiada, menciptakan tan
contoh terlebih dahulu, mengatur, membuat
dan sebagainya[5] .Dialah yang menciptakan
segalanya, Dialah yang Maha Menciptakan
segala sesuatu tanpa bantuan dan pertolonga
siapa pun[6] . Allah Maha Pencipta Dia mamp
menciptakan segala sesuatu, yang kecil, besa
banyak, sedikit, dan yang rumit sekalipun.
Manusia sebagai makhluk Allah yang sempur
tidak mampu menciptakan sesuatu seperti ya
Allah ciptakan[7] .
Manusia mampu membuat berbagai benda
dengan tangannya, merakit peralatan canggih
membangun rumah, menggambar dalam
lukisan, dan sebagainya. Namun semua itu
dikarenakan Allah telah menciptakan mereka
dengan dibekali akal yang membuat mereka
mampu melakukannya.
Dalil Naqli : Q.S. Al-Hasyr: 24
http://2.bp.blogspot.com/-qdu2lLy3nnM/UER
24. “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang
Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia
memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di
langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan
Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
4. Al-Ghaffar : Yang Maha Pengampun
Dialah yang memberikan ampunan kepada
hamba-Nya yang mau bertobat dan
bersungguh-sungguh (taubatan nasuha). Ma
Suci Allah, Maha Pengampun. Karena siapa l
yang akan mengampuni segala macam dosa,
selain hanya Allah swt belaka. Dia pulalah yan
mengembangkan tirai penutup bagi orang-
orang yang telah melanggar perintah Allah s
Allah swt. Mengampuni dosa-dosa, maka do
yang besar sekalipun, kalau dikehendaki-Nya
serta akan menutub aib manusia, betapapun
juga banyaknya. [8]
Allah telah membuka pintu-pintu menuju
ampunan-Nya dengan cara bertobat,
mengucapkan istighfar, beriman, beramal
sholeh, berbuat yang baik kepada para hamb
Allah, memberi maaf kepada mereka, kekuata
harapan terhadap anugerah Allah, dan hal-hal
lain yang dijadikan Allah sebagai perantara
pendekatan pendekatan pada ampunan-Nya. [
Dalil Naqli : Q.S. Fatir: 30
http://4.bp.blogspot.com/-Fq9eSyVVjk0/U
30. “agar Allah menyempurnakan pahalanya
kepada mereka dan menambah karunia-Nya.
Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha
Mensyukuri .”
Berdasarkan sifat Allah ini, kita sebagai
manusia juga sebaiknya dan sudah harusnya
bersikap saling memaafkan apabila terjadi
kesalahan maupun kekhilafan. Jika Allah swt
Rabb seluruh alam saja mengampuni hamba-
Nya yang berdosa sekalipun besar, maka
manusia yang sama-sama masih terbelit khila
dan lupa sudah seharusnya saling mengerti d
bisa berdamai dengan saling minta maaf dan
ditimpali dengan saling memberi maaf.
5. Al-Wahhab: Yang Maha Pemberi
Dialah yang Maha Pemberi segala sesuatu
kebutuhan makhluk-Nya yang berdoa. Allah
swt. Memberi kepada siapa yang Dia kehenda
kepada orang yang kaya dan kepada orang
yang miskin; memberi kepada orang yang bai
dan kepada orang yang jahat serta memberi
kepada orang mukmin dan kafir. Manusia bisa
saja menghitung nikmat pemberian Allah swt.,
tetapi mereka tidak akan pernah dapat
menunjukkan jumlahnya, karena itu adalah
rahasia Allah swt.[10]
Di kalangan manusia terkenal istilah dermawa
artinya orang yang suka memberi. Allah Mah
pemberi kepada makhluk-Nya. Misalnya, Dia
memberi rizki, memberi jodoh, memberi
kedudukan, dan lain-lain. Maha pemberinya
Allah disebut al- wahhab selain itu, sifat
dermawan manusia sangat terbatas. Terkada
manusia memberikan sesuatu karena ada
maksud tertentu. Adapun al-Wahhab
(kedermawanan) Allah sangat tidak terbatas.
Terbukti Allah memberikan nikmat berupa
rezeki, kesehatan dan kepintaran kepada setia
manusia, baik yang taat maupun yang ingkar
kepada Nya.[11]
Dalil Naqli : Q.S. Ali Imran 8
http://3.bp.blogspot.com/-hBlWTZjvPBE/
8. “(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau condongkan hati kami kepa
kesesatan setelah Engkau beri-kan petunjuk
kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami
rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau
Maha Pemberi.”
6. Al-Fattah : Yang Maha Pembuka Pintu
Rahmat
Dialah yang Maha Pembuka pintu rahmat dan
mencurahkan-Nya kepada semua makhluk-N
Allah swt dalam kemurahan-Nya, membukaka
untuk semua hamba-hamba-Nya rahasia ala
dan kehidupan serta segala kunci ilmu
pengetahuan kerajian dan keterampilan,
sehingga manusia dapat berkreasi dan
menciptakan.
Allah juga telah membukakan dunia ini serta
kekuasaan untuk para Nabi serta
menyelamatkan mereka dari segala macam
gangguan musuh yang merintangi. Betapapu
juga Allah tidak menutup pintu rahmat-Nya
bagi orang-orang yang mendurhakan agama-
Nya serta tidak pula menutup pintu
kenikmatan-Nya untuk orang-orang yang kuf
kepada-Nya. [12]
Dalil Naqli : Q.S. Saba: 26
http://4.bp.blogspot.com/-KrhX0jZYRUs/U
26. Katakanlah, “Tuhan kita akan
mengumpulkan kita semua, kemudian Dia
memberi keputusan antara kita dengan benar
Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Mah
Mengetahui.”
Sesungguhnya rahmat hanyalah milik
Allah, sedangkan manusia tidak memilikinya.
Namun rahmat Allah tersebar di mana saja,
termasuk melalui manusia lain. Kita bisa
menyalurkan rahmat Allah dengan membuka
jalan bagi orang lain untuk berusaha, berkrea
dengan memberikan lapangan pekerjaan,
kesempatan, atau apapun yang bisa kita
lakukan.
7. Al-Adl : Yang Maha Adil
Dialah zat yang berlaku adil di dalam hukum-
Nya dan ketetapan-Nya. Al-Adl menunjukkan
bahwa dia adalah Tuhn yang seadil-adilnya,
tidak memihak kepada siapa pun dalam
mengambil keputusan, sehingga tidak ada
orang yang dirugikan sedikit pun, dan akan
memperoleh balasan sesuai dengan pebuatan
yang pernah dilakukan. Keadilan Allah akan D
perlihatkan ketika di dunia dan juga di akhirat
kelak. [13]
Allah swt. akan selalu membalas kebaikan
dengan kebaikan ; sedangkan kejahatan
tentulah akan diimbangi dengan kejahatan pul
Oleh karena itu, janganlah berlaku dzalim , da
senantiasa menjaga diri agar tidak didzalimi. [
Manusia dalam kenyataanya sering tidak bisa
berbuat adil dikarenakan memiliki perasaan ba
berupa nafsu maupun hati, sehingga terlihat
subjektif dalam berbagai hal. Kita bisa memul
melakukan sifat adil dengan cara membagi
waktu yang ada; waktu untuk belajar, istiraha
beribadah, dan lain sebagainya. Kita juga har
beb]rbuat adil kepada orang lain, seperti hal
dalam memnentukan salah maupun benar,
memberi suatu pemberian dengan bijaksana,
dan sebagainya.
Dalil Naqli : Q.S. An-Nahl : 90
http://2.bp.blogspot.com/-KSiRxTGyEM8/
90. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu)
berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi
bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang
(melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, da
permusuhan. Dia memberi pengajaran
kepadamu agar kamu dapat mengambil
pelajaran.”
8. Al-Qayyum: Yang Maha Berdiri Sendiri
Dengan memperkenalkan diri-Nya sebagai Al-
Qayyum, Allah ingin menegaskan bahwa Dia
yang mengatur segala sesuatu yang menjadi
kebutuhan makhluk-Nya secara sempurna d
terus-menerus, tanpa memandang makhluk
yang diurus-Nya itu berterima kasih atau tida
[15] Dialah Allah yang menciptakan semua
yang ada di bumi dan apa yang ada di langit
tanpa minta bantuan orang lain. Contohnya,
dalam penciptaan alam semesta beserta isiny
Allah menciptakannya sendiri tanpa bantuan
siapa pun. Dalam melakukan sesuatu atau jik
berkehendak terjadi sesuatu, Allah cukup
mengucap “kun” (jadilah). Segala sesuatu ya
memerlukan bantuan menunjukan ketidak
sempurnaan. Allah adalah Zat Yang Maha
Pembari Pertolongan Dia-lah yang diperlukan
oleh semua makhluk, termasuk manusia. [16]
Dalil Naqli : Q.S. Ali Imran 2
http://2.bp.blogspot.com/-P8d6qMKan1g/
2. “ Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang
Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus
(makhluk-Nya).”
Dalam memahami sifat ini, kita sebagai
manusia harus menjadi manusia yang tidak
mudah menyerah ketika dihadapkan dengan
berbagai kesulitan. Tidak lekang karena panas,
dan tidak lapuk karena hujan, karena manusia
harus sadar bahwa dengan sendirian pun kita
harus tetap berjuang, walau tanpa bantuan
siapapun, dan walau tanpa dukungan dari
manapun. Karena Allah swt selalu bersama ki
sesungguhnya.
9. Al-Hadi: Yang Maha Pemberi Petunjuk
Dialah yang memberi petunjuk bagi hamba-N
yang dikehendaki. [17] Petunjuk Allah
kebenarannya mutlak. Allah mengetahui siapa
yang pantas diberi petunjuk dan siapa yang
tidak. Sebaliknya, petunjuk manusia relatife
sifatnya, apalagi kebenarannya. Oleh karena it
sebaik-baik petunjuk yang diberikan Allah, yai
Al-Quran. Al-Quran adalah keterangan dari
Allah yang menjadi petunjuk bagi manusia. [1
Dalil Naqli : Q.S. Al-Qasas: 56
http://2.bp.blogspot.com/-PhV23ByKTPM
56. “Sungguh, engkau (Muhammad) tidak
dapat memberi petunjuk kepada orang yang
engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk
kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia le
mengetahui orang-orang yang mau menerim
petunjuk. ”
Hidayah mempunai arti petunjuk, maksudnya
adalah menunjukkan disertai kelembutan.
Petunjuk Allah yang diberikan kepada manusi
terbagi dalam empat macam.
Pertama, petunjuk yang menjangkau mukallaf
dengan berbagai jenisnya- yang berupa akal,
kecerdasan dan pengetahuan dharuri (yaitu il
yang didapat tanpa berpikir panjang) dan yan
paling luas.
Kedua, hidayah yang diberikan kepada manus
melalui lisan para Nabi, Al-Quran, dan sarana
lain yang sejenis dengan itu.
Ketiga, pemberian taufiq (pertolongan) yang
khusus diberikan kepada orang yang
mengharapkanpetunjuk.
Keempat, petunjuk di akhirat kepada surga.
Manusia mampu memberikan petunjuk kepad
seseorang dengan melalui dakwah (seruan) d
memperkenalkan cara-cara untuk mencapai
berbagai jenis hidayah-Nya. [19]
Manusia juga mampu memberi petunjuk dala
berbagai hal, seperti menunjukkan arah, jalan
lokasi, maupun waktu.
Dalam kaitan dengan asma Allah ini, dalam
upaya kita untuk bercermin kepada sifat Allah
maka hendaknya kita :
Dapat menjadi sumber dari para pemberi
petunjuk
Dapat memberi petunjuk kepada orang lain ke
jalan yang benar dan lurus.
Selalu dan di mana saja mengikuti petunjuk-
petunjuk dayng diberikan oleh Rasulullah saw,
yang menjadi suri tauladan bagi orang-orang
yang beriman.
Menjadikan petunjuk jalan kita segala ucapan
dan nasihat yang baik serta amal perbuatan
yang baik pula. [20]
10. As-Sabur: Yang Maha Penyabar
Dialah yang Maha Sabar, tidak tergesa-gesa
menurunkan siksa kepada hamba-Nya. [21]
Allah juga menangguhkan adzab-Nya terhada
orang-orang yang berdosa. Yang juga
menunda pelaksanaan hukumannya terhadap
kaum yang menentang dan melawan kehenda
Nya. Yang memberikan kepada mereka
kesempatan yang seluas-luasnya untuk sadar
dan mau kembali ke jalan yang benar dan lur
[22]
Dalil Naqli : Q.S. Luqman: 31
http://2.bp.blogspot.com/-bGQj2vC-QBM/
31. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa
sesungguhnya kapal itu berlayar di laut denga
nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepada
sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap ora
yang sangat sabar dan banyak bersyukur”
Seringnya terjadi perpecahan diantara
manusia dikarenakan kadang kurangnya rasa
sabar dan terlalu terburu nafsu untuk mencap
suatu hal, padahal sabar merupakan sebuah
langkah yang mungkin nampak sederhana ta
sangat bermakna. Dengan sabar bisa membu
kita lebih tenang dalam menentukan langkah
selanjutnya. Kita juga jangan mudah terpanci
berbagai hal yang dapat menganggu kestabil
emosi kita, apabila terjadi segera bersitighfar
dan apabila marah disunahkan oleh Rasululla
untuk berwudhu. -= 99 A S M A U L H U S N A =- Bismillah..........
1. (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi /
Penyayang
3. (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai /
Merajai
4. (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat
6. (Al Mukmin) Artinya Yang Maha
Melimpahkan Keamanan
7. (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha
Memelihara / Mengawasi
8. (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa /
Ynag Dapat Mengalahkan
9. (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Perkasa /
Menundukkan Segalanya
10. (Al Mutakabbir) Artinya Yang Mempunyai
kebesaran.
11. (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan /
Melepaskan
13. (Al Musawwir) Artinya Yang Maha
Pembentuk
14. (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha
Pengampun
15. (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Memaksa
16. (Al Wahhab) Artinya Yang Maha
Penganugerah / Pengkarunia
17. (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi
Rezeki
18. (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. (Al Qabidh) Artinya Yang Maha
Pengekang / Menyempitkan Rezeki
21. (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah
Nikmat / Melapangkan Rizki
22. (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah /
Merendahkan Derajat
23. (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi /
Meninggikan Derajat
24. (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha
Menghormati / Memuliakan
25. (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili /
Menetapkan Hukum
29. (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut/Halus
31. (Al Khabir) Artinya Yang Maha Waspada
32. (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. (Asy Syakur) Artinya Yang Maha
Bersyukur / Berterima Kasih
36. (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi
37. (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga /
Memberikan Makan
40. (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. (Al Jalil) Artinya Yang Mempunyai
Kebesaran
42. (Al Karim) Artinya Yang Maha Mulia
43. (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada /
Mengawasi
44. (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. (Al Wadud) Artinya Yang Maha Mengasihi /
Penyayang
48. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. (Al Baith) Artinya Yang Maha
Membangkitkan Semula
50. (Asy Syahid) Artinya Yang Maha
Menyaksikan
51. (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentabir /
Mengurusi
53. (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh /
Kokoh
55. (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta
dari Asal / Memulai
59. (Al Muid) Artinya Yang Maha
Mengembalikan
60. (Al Muhyi) Artinya Yang Maha
Menghidupkan
61. (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. (Al Hayyu) Artinya Yang Maha Hidup
63. (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta
Berdiri Sendiri
64. (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. (As Samad) Artinya Yang Menjadi
Tumpuan
69. (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha
Mendahului
72. (Al Muakhir) Artinya Yang Maha
Mengakhiri / Penangguh
73. (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. (Al Batin) Artinya Yang Batin / Tak
Kelihatan Dzatnya
77. (Al Wali) Artinya Yang Memerintah /
Menguasai
78. (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi
serta Mulia
79. (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat
kebajikan / Kebaikan
80. (At Tawwab) Artinya Yang Menerima
Taubat
81. (Al Muntaqim) Artinya Yang Maha Memberi
Hukuman / Siksaan
82. (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih
serta Penyayang
84. (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan
Yang Kekal / Memiliki Kerajaan
85. (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang
Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan
86. (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Adil
87. (Al Jami) Artinya Yang Maha
Mengumpulkan
88. (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya
89. (Al Mughni) Artinya Yang Maha Memberi
Kekayaan
90. (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah /
Mempertahankan
91. (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan
Mudharat / Bahaya
92. (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. (Al Nur) Artinya Memberi Cahaya
94. (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan
Memberi Pertunjuk
95. (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta
Yang Tiada BandinganNya
96. (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. (Ar Rasyid) Artinya Yang Maha Pandai
99. (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar /
Sabar